WARTA 24 SULAWESI TENGAH

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Surga Tersembunyi Banggai Laut di Sulawesi Tengah

Posted by On 15.28

Surga Tersembunyi Banggai Laut di Sulawesi Tengah

Surga Tersembunyi Banggai Laut di Sulawesi Tengah Oleh: Iwan Kurniawan Sabtu, 27/01/2018

Nama Banggai Laut saya dengar melalui cerita seorang teman yang kebetulan lahir di sana. Sebagai penggemar kegiatan menyelam, kawasan perairan di Sulawesi Tengah ini sudah pasti membuat saya penasaran. Banggai Laut berupa kabupaten seluas 725 ribu kilometer persegi dan berpenduduk 56 ribu jiwa

Kepopuleran Banggai Laut masih jauh dibandingkan Togean. Oleh karena itu, turis yang pernah ke sini pasti menyebutnya sebagai salah satu surga yang tersembunyi di Indonesia. Perjalanan menuju Banggai Laut saya tempuh melalui penerbangan dari Jakarta menuju Makassar dan dilanjutkan ke Luwuk.

Sudah ada penerbangan ke Luwuk dengan pilihan transit di Palu atau Makassar. Harga tiketnya mulai dari Rp1,2 jutaan per orang sekali jalan. Durasi penerbangannya seki tar sembilan jam, dengan transit sekitar satu jam. Dari bandara transit, penerbangan ke Luwuk hanya memakan waktu sekitar satu jam. Saya berangkat dari Jakarta pukul 11 pagi dan sampai Luwuk, tepatnya di Bandara Syukuran Aminuddin Amir, pukul 6 sore.

Dari bandara, saya melanjutkan perjalanan dengan menggunakan mobil sewa dengan tarif Rp100 ribu per hari untuk menuju Pelabuhan Rakyat, untuk menumpang kapal yang membawa saya ke Banggai Laut. Turis yang niat datang ke sini memang harus memiliki kesabaran ekstra, karena pelayaran berlangsung selama sembilan jam. Bisa menggunakan kapal cepat dengan waktu tempuh tiga jam, namun hanya beroperasi hingga siang hari.

Kapal ferry ini berharga tiket Rp100 ribu per orang. Penjual tiket mengatakan kalau estimasi sampai sekitar pukul lima pagi. Karena merasa lelah dalam perjalanan dari Jakarta sampai Luwuk, saya memutuskan untuk memejamkan mata di atas matras yang disusun berderet dalam lambung kapal.

Pagi harinya, saya dan penumpang kapal yang lain dibangunkan karena sudah sampai di Pelabuhan Banggai Laut. Beberapa bentor (becak motor) yang mangkal di sekitar pelabuhan bisa diandalkan untuk menuju hotel. Tarifnya sekitar Rp10 ribu. Tapi, saya menumpang mobil teman untuk menuju rumahnya tempat saya bermalam selama di sana.

Berbicara mengenai penginapan, tak banyak jaringan hotel besar yang beroperasi di sini. Yang menjadi favorit turis ialah Penginapan Batara, dengan tarif per malam mulai dari Rp300 ribuan, sudah termasuk sarapan dan camilan sore.

Setelah sarapan dan beberapa jam memejamkan mata di atas kasur rumah teman, saya diajaknya langsung melakukan kegiatan penyelaman.Kata teman saya, ada beberapa titik penyelaman yang tersebar di antara kawasan Pantai Banggai Laut sampai Pulau Mbuang Mbuang. Kedua kawasan ini berjarak dua jam perjalanan dengan speed-boat. Kegiatan menyelam saya juga dilakukan bersama beberapa kawan dari Banggawi Cardinal Divers (BCD) dan Kementerian Kelautan da n Perikanan.

Pulau pertama yang kami singgahi ialah Pulau Bandang Besar. Dari Pantai Banggai Laut, jaraknya sekitar 20 menit perjalanan. Seperti ekspektasi saya, pulau itu tak berpenghuni dan masih sangat lestari. Pasir putih halus berpadu dengan air jernih berkilauan.

BERITA TERKAIT

  • Angkutan Umum Berhenti di Tengah Jalan
  • Warrior FCTC Dukung Banggai Jadi Kota Wisata Layak Anak - Tanpa Iklan, Promosi dan Sponsor Rokok
  • Warrior FCTC Dukung Banggai Jadi Kota Wisata Layak Anak - Tanpa Iklan, Promosi dan Sponsor Rokok
  • Bupati Banggai Minta Semua Poin Persyaratan KLA Diseriusi - Siap Jadi Kabupaten Layak Anak
  • Bupati Banggai Minta Semua Poin Persyaratan KLA Diseriusi - Siap Jadi Kabupaten Layak Anak
  • BMKG Himbau Masyarakat Waspada Pasang Air Laut - Fenomena Super Blue Blood Moon

BERITA TERKAIT

Angkutan Umum Berhenti di Tengah Jalan

Jalan Palmerah Utara sampai pasar Pal Merah, Jakarta Pusat, sudah sering macet parah pada pukul 7.15 hingga 8.00 disebabkan angkutan…

Warrior FCTC Dukung Banggai Jadi Kota Wisata Layak Anak - Tanpa Iklan, Promosi dan Sponsor Rokok

Warrior FCTC Dukung Banggai Jadi Kota Wisata Layak Anak Tanpa Iklan, Promosi dan Sponsor Rokok NERACA Jakarta - Warrior FCTC…

Warrior FCTC Dukung Banggai Jadi Kota Wisata Layak Anak - Tanpa Iklan, Promosi dan Sponsor Rokok

Warrior F CTC Dukung Banggai Jadi Kota Wisata Layak Anak Tanpa Iklan, Promosi dan Sponsor Rokok NERACA Jakarta - Warrior FCTC…

BERITA LAINNYA DI WISATA INDONESIA

Menpar Tantang Sumatera Barat Tiru Kesuksesan Mandalika

Dalam rangka undangan untuk menghadiri puncak perayaan Hari Pers Nasional (HPN) 2018 di Padang, Sumatera Barat, Presiden Joko Widodo bersama…

Kemenpar Incar Lima Negara Penghasil Turis dan Devisa

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menetapkan China, Eropa, Australia, Singapura, dan India sebagai Top Five Pasar Utama Wisatawan Mancanegara (wisman) 2018. Penetapan…

Merindukan Kemacetan di Kawasan Puncak

Hujan lebat mengawali Sabtu (11/2) pagi di kawasan Puncak Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Usai hujan reda, matahari mulai menampakkan…

Berita Terpopuler

Hapuskan PSO KRL!

Tidak Ada Alasan untuk Tidak Lapor SPT Tahunan

Menyikapi Demonstrasi Buruh di Era Informasi

BEI Gagas Desa Nabung Saham di Lampung

BFI Finance Kantungi Izin Usaha Syariah

Total Emisi Obligasi Capai Rp 2,47 Triliun

BEI Targetkan 2000 Investor di Papua Barat

Genjot Produktivitas, Citilink Perluas Digitalisasi

Ekonomi Digital Wujudkan Kemandirian Perekonomian Nasional

Aspebtindo Komitmen Ciptakan SDM di PBK

Sumber: Google News | Warta 24 Banggai Laut

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »