WARTA 24 SULAWESI TENGAH

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Secercah Harapan untuk Konservasi Terumbu Karang Indonesia.

Posted by On 20.25

Secercah Harapan untuk Konservasi Terumbu Karang Indonesia.

Beragam jenis terumbu karang tumbuh dengan subur di Teluk Tomini, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Hal ini disebabkan oleh kondisi perairannya yang kondusif, seperti arus yang tenang dan cahaya matahari yang cukup. Airnya sangat tenang karena bersada di teluk yang luas, sehingga aman bagi para penyelam. Teluk ini menjadi salah satu destinasi selam yang disebut-sebut akan menjadi komoditas unggul milik Kabupaten Parigi Moutong.Dok. Rully Nasution Beragam jenis terumbu karang tumbuh dengan subur di Teluk Tomini, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Hal ini disebabkan oleh kondisi perairannya yang kondusif, seperti arus yang tenang dan cahaya matahari yang cukup. Airnya sangat tenang karena bersada di teluk yang luas, sehingga aman bagi para penyelam. Teluk ini menjadi salah satu destinasi selam yang di sebut-sebut akan menjadi komoditas unggul milik Kabupaten Parigi Moutong.

KOMPAS.com -- Andi Rusandi, Direktur Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan, membeberkan secercah harapan untuk konservasi terumbu karang di Indonesia.

Dalam diskusi “ Karang yang Kian Sekarat dan Masa Depan Laut Indonesia”, pada Kamis (22/2/2018) di Bentara Budaya Jakarta, Andi mengungkapkan, Indonesia telah hampir mencapai target kawasan konservasi perairan (KKP).

“Pada tahun 2018, Indonesia sudah mempunyai 19,1 juta hektar KKP dari target yang harus dipenuhi pada tahun 2020, yakni 20 juta hektar,” ujarnya.

Ini menggembirakan karena upaya pelestarian ekosistem terumbu karang bisa diwujudkan lewat KKP. Pasalnya, kondisi terumbu karang di Indonesia dalam status mengkhawatirkan.

Baca juga : Terumbu Karang Terus Memutih, Apa Dampaknya Bagi Manusia?

Data dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia ( LIPI) yang dirilis pada tahun 2017 menunjukkan bahwa hanya 6,39 persen terumbu karang dalam kondisi sangat baik.

Sementara itu, terumbu karang yang dalam kondisi baik sebesar 23,40 persen, kondisi cukup sebesar 35,06 persen, dan kondisi jelek sebesar 35,15 persen. Hasil ini diambil dari 108 lokasi dan 1064 stasiun di seluruh perairan Indonesia.

Pengukuran kondisi tersebut didasarkan pada persentase tutupan karang hidup.

Tutupan karang hidup dikategorikan menjadi tiga, yakni sangat baik ketika tutupan mencapai 76 persen sampai 100 persen, baik saat tutupan mencapai angka 51 persen sampai 75 persen, cukup dengan indikator 26 sampai 50 persen, dan jelek dengan tutupan hanya 0 persen sampai 25 persen.

Pentingnya konservasi terumbu karang

Dalam acara tersebut, Dirhamsyah selaku Kepala Pusat Penelitian Oseanografi L embaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2O LIPI) juga mengemukakan mengapa konservasi terumbu karang penting dilakukan.

Dia berkata bahwa Indonesia memiliki kawasan terumbu karang seluas 2,5 juta hektare. Luasan tersebut merupakan 14 persen dari total area karang di dunia.

“Sayangnya, satu karang itu berkembangnya satu tahun satu sentimeter. Bayangkan, untuk mencapai tinggi satu meter butuh waktu 100 tahun,” ujarnya.

Selain karena keindahannya, upaya konservasi patut dilakukan karena karang mulai terancam keberadaannya.

Baca juga : Ekpedisi Terumbu Karang Taman Nasional Teluk Cenderawasih Dimulai

Dirhamsyah membeberkan sejumlah faktor yang membahayakan kelangsungan hidup karang. Faktor tersebut terbagi dua, yakni alami dan ulah manusia.

Faktor alam mencakup fenomena bleaching, bencana, dan predasi. Jika ini penyebabnya, Dirhamsyah yakin bahwa karang juga kemampuan alami untuk kembali normal setelah dilanda kerusakan.

Ia menc ontohkan kasus yang terjadi di Banda, Maluku. Ekosistem terumbu karang di daerah itu dipantau sejak gunung berapi di Banda meletus pada tahun 1988. “Setelah tujuh tahun berlalu, karang bisa berkembang kembali tutupannya. Kendati biodiversitasnya berkurang,” ungkap Dirhamsyah.

Karang juga bisa dipulihkan lebih cepat dengan transplantasi. Akan tetapi, transplantasi hanya berhasil selama manusia tidak tergoda untuk merusak karang. Padahl, karang pada umumnya hancur karena pengeboman dan aktivitas wisata yang tidak memperhatikan lingkungan.


Terkini Lainnya

Stroke    Memang Mematikan, tetapi Bisa Dicegah dengan Cara Ini

Stroke Memang Mematikan, tetapi Bisa Dicegah dengan Cara Ini

Kita 26/02/2018, 08:06 WIB Seberapa Banyak Bakteri dalam Spons Cuci Piring Kita?

Seberapa Banyak Bakteri dalam Spons Cuci Piring Kita?

Oh Begitu 25/02/2018, 20:29 WIB Mata Tidak Merespons Rangsang, Curigai Bayi Anda Terjangkit Katarak

Mata Tidak Merespons Rangsang, Curigai Bayi Anda Terjangkit Katarak

Kita 25/02/2018, 20:13 WIB Perangi Kurang Gizi, Pakar Minta Minyak Goreng Di   perkaya Vitamin A

Perangi Kurang Gizi, Pakar Minta Minyak Goreng Diperkaya Vitamin A

Kita 25/02/2018, 19:49 WIB Malpraktik Bedah Sesar, Kain Kasa Bersarang di Perut Selama Enam Tahun

Malpraktik Bedah Sesar, Kain Kasa Bersarang di Perut Selama Enam Tahun

Fenomena 25/02/2018, 19:02 WIB Melahirkan Membuat Usia Perempuan Jauh Lebih Tua, Kok Bisa?

Melahirkan Membuat Usia Perempuan Jauh Lebih Tua, Kok Bisa?

Oh Begitu 25/02/2018, 17:32 WIB Gempa Taiwan dan Pembelajaran Mitigasi Gempa di Indonesia

Gempa Taiwan dan Pembelajaran Mitigasi Gempa di Indonesia

Fenomena 25/02/2018, 15:48 WIB Marak Razia 'Orang Gila', Ini Kata Dokter Spesialis Kejiwaan

Marak Razia "Orang Gila", Ini Kata Dokter Spesialis Kejiwaan

Oh Begitu 24/02/2018, 20:38 WIB Apa Kata Ahli Linguistik soal 'Pelakor'?

Apa Kata Ahli Linguistik soal "Pelakor"?

Kita 24/02/2018, 20:06 WIB Secercah Harapan untuk Konservasi Terumbu Karang Indonesia.

Secercah Harapan untuk Konservasi Terumbu Karang Indonesia.

Oh Begitu 24/02/2018, 19:34 WIB Kenapa Perempuan Menopause Rentan Terkena Hipertensi?

Kenapa Perempuan Menopause Rentan Terkena Hipertensi?

Kita 24/02/2018, 18:37 WIB Studi Temukan Kandungan Berbahaya di Uap Rokok Elektrik

Studi Temukan Kandungan Berbahaya di Uap Rokok Elektrik

Kita 24/02/2018, 17:35 WIB Dalam Kasus Perselingkuhan, Kenapa Wanita yang Sering Disalahkan?

Dalam Kasus Perselingkuhan, Kenapa Wanita yang Sering Disalahkan?

Fenomena 24/02/2018, 10:07 WIB Segel Kuno Ditemukan di Yerusalem, Mungkinkah Milik Nabi Yesaya?

Segel Kuno Ditemukan di Yerusalem, Mungkinkah Milik Nabi Yesaya?

Fenomena 23/02/2018, 21:35 WIB Gumpalan Putih Raksasa Mengapung di Lautan Hawaii, Apakah Itu?

Gumpalan Putih Raksasa Mengapung di Lautan Hawaii, Apakah Itu?

Fenomena 23/02/2018, 21:06 WIB Load MoreSumber: Google News | Warta 24 Parigi Moutong

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »