Seni Patung Masyarakat Prasejarah di Indonesia - Warta 24 Sulawesi Tengah
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}
www.uhamka.ac.id/reg

Seni Patung Masyarakat Prasejarah di Indonesia

Seni Patung Masyarakat Prasejarah di Indonesia

Patung-patung batu di Pulau Paskah (Foto: Pixabay)Patung bagi masyarakat prasejarah adalah perwujudan kehidupan para leluhur yang akan menjaga mereka yang masih hidup.Munculnya seni p…

Seni Patung Masyarakat Prasejarah di Indonesia

Patung-patung batu di Pulau Paskah

Patung-patung batu di Pulau Paskah (Foto: Pixabay)
Patung bagi masyarakat prasejarah adalah perwujudan kehidupan para leluhur yang akan menjaga mereka yang masih hidup.Munculnya seni patung di Indonesia pertama kali terjadi pada zaman Perunggu, yaitu tahun 500 SM. Zaman ini dikenal dengan masa perpindahan orang-orang Melayu Muda dari Yunnan ke Indonesia yang membawa kebudayaan hidup bermasyarakat, pengetahuan mengenai cara bercocok tanam, perkakas, senjata untuk berburu, dan patung-patung perwujudan manusia.Memasuki zaman Megalitikum, ditemukan sebuah teknik pembuatan alat-alat yang lebih canggih, dinamakan teknik metalurgi. Ditemukannya metode baru tersebut membuat orang-orang dapat menciptakan karya seni yang terbuat dari logam dengan motif yang lebih rumit.Corak seni patung yang berkembang pada masa prasejarah di Indonesia lebih pada corak Monumental, yaitu corak yang mewakili kesenian gaya neoliti. Corak ini memiliki ciri penggambaran pada wujud patung dibuat secara frontal dengan motif-motif simbolik yang sederhana.Seni patung tersebut didominasi oleh gaya Polinesia dengan ciri-ciri desainnya yang sederhana, mendekati bentuk asli bahannya, bergaya kaku, dan bersudut-sudut. Salah satu contoh patung gaya kebudayaan Polinesia yang sangat terkenal adalah patung Eta Moai di Pulau Paskah. Di Indonesia patung yang serupa banyak tersebar di beberapa wilayah, seperti Palembang, Lampung, Bengkulu, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Tengah, dan Irian Jaya.Contoh yang paling terkenal di Indonesia berada di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, dengan nama patung Tadulako. Tinggi patung tersebut adalah empat meter. Sama seperti patung Eta Moai di Pulau Paskah, patung Tadulako juga digambark an tanpa memiliki kaki, namun memperlihatkan alat kelamin laki-laki dengan jelas.Patung Tadulako merupakan perwujudan dari sosok seorang pemimpin atau kepala suku yang dianggap memiliki kekuatan yang sangat besar di kelompok masyarakat tertentu. Roh nenek moyang yang berwujud patung tersebut sangat dipercaya oleh masyarakat sebagai pelindung, dan pemberi keberkahan hidup.

Sumber : Soedarso, S.P, dkk. 1992. Seni Patung Indonesia. Yogyakarta : BP ISI.Foto : kbr.id
Sumber: Google News | Warta 24 Poso

Tidak ada komentar